Selasa, 04 Oktober 2011

elektronika


Elektronika
Beberapa komponen elektronika dari sekian banyak yang telah tercipta karena adanya teknologi yang lebih maju

Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemui suatu alat yang mengadopsi elektronika sebagai basis teknologinya contoh ; Dirumah, kita sering melihat televisi, mendengarkan lagu melalui tape atau CD, mendengarkan radio, berkomunikasi dengan telephone. Dikantor kita menggunakan komputer, mencetak dengan printer, mengirim pesan dengan faximile, berkomunikasi dengan telephone.
Dipabrik kita memakai alat deteksi, mengoperasikan robot perakit, dan sebagainya. Bahkan dijalan raya kita bisa melihat lampu lalu-lintas, lampu penerangan jalan yang secara otomatis hidup bila malam tiba, atau papan reklame yang terlihat indah berkelap-kelip dan masih banyak contoh yang lainnya.
Dari semua uraian diatas kita dapat membuktikan bahwa pada zaman sekarang ini kita tidak akan lepas dari perangkat yang menggunakan elektronika sebagai dasar teknologinya. Alat-alat yang menggunakan dasar kerja elektronika seperti diatas biasanya disebut sebagai peralatan elektronik (electronic devices)
Elektronika merupakan ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik dalam suatu alat seperti komputer, peralatan elektronik, termokopel, semikonduktor, dan lain sebagainya. Ilmu yang mempelajari alat-alat seperti ini merupakan cabang dari ilmu fisika, sementara bentuk desain dan pembuatan sirkuit elektroniknya adalah bagian dari teknik elektro, teknik komputer, dan ilmu/ teknik elektronika dan instrumentasi
Jika anda ingin mengetahui seluk beluk dasar elektronika, maka anda wajib mendownload ebook yang berjudul Dasar Elektronika Untuk Pemula ini. Ebook dasar elektronika ini berisi semua hal dari A sampai Z tentang dasar – dasar elektronika. Ebook ini akan membuat anda mengerti dasar – dasar elektronika, mulai dari nama dan spesifikasi peralatan..hingga bagaimana merancang dan membuat suatu alat elektronik.
Dengan mendownload dan mempelajari ebook yang berjudul Dasar Elektronika Untuk Pemula ini, maka anda tidak hanya mengerti..namun juga memahami dan familiar dengan semua hal yang berkaitan dengan elektronika. Ebook Dasar Elektronika Untuk Pemula ini merupakan ebook yang sarat akan ilmu dan pengetahuan praktis yang bisa langsung anda aplikasikan secara mudah..dan untuk mendapatkan semuanya ini..anda tidak perlu membayar karena semua ini bisa anda download secara gratis di pusatgratis.com

Teknik dasar elektronika
  1. Komponen elektronik radio
  2. Setiap Komponen Elektronika Radio memiliki ukuran kekuatan Nilai ukuran kekuatan tersebut, ditulis pada fisik komponen tersebut dalam bentuk kode angka atau kode warna , hal ini dimaksud untuk memudahkan mengenali dan membaca kekuatan komponen tersebut walaupun bentuk fisiknya sangat kecil
  3. NILAI KODE WARNA 0 = H i tam 5 = H i jau 5 % = Emas 1 = C o klat 6 = B iru 10 % = Perak 2 = M erah 7 = U ngu 25 % = Tak berwarna 3 = O range 8 = A bu-abu 4 = K uning 9 = P utih NILAI KODE ANGKA ( M ) = Mega 1.000.000 ( K ) = Kilo 1.000 ( m ) = milli 0,001 ( u ) = micro 0,000.001 ( n ) = nano 0,000.000.001 ( p ) = piko 0,000.000.000.001
  4. Merah – Hijau - Kuning MEMBACA KODE WARNA Warna ke 1 = Nilai angka Warna ke 2 = Nilai angka Warna ke 3 = banyaknya angka 0 MEMBACA KODE ANGKA Angka ke 1 = Nilai angka Angka ke 2 = Nilai angka Angka ke 3 = banyaknya angka 0 2 5 0000 250.000 2 5 4 2 5 0000 250.000
  5. RESISTOR / TAHANAN = R SIMBOL = SATUAN = KODE NILAI = OHM Ω 4 CINCIN WARNA Cincin 1 = Nilai Angka Cincin 2 = Nilai Angka Cincin 3 = Banyaknya Nol Cincin 4 = Toleransi Fungsi sebagai penghambat arus listrik
  6. MACAM RESISTOR RESISTOR TETAP RESISTOR TIDAK TETAP RESISTOR PEKA SUHU
  7. RANGKAIAN RESISTOR SERIE R total = R1 + R2 + R3 PARAREL 1 1 1 1 R total R1 R2 R3 --------- = ----- + ----- + ---- R1 R2 R3 5 Ω 10 Ω 15 Ω R total = 5 + 10 + 15 R total = 30 Ω R total = ---- = 2,7 Ω 1 6 3 2 11 R total 30 30 30 30 1 1 1 1 R total 5 10 15 ---------- = ---- + ---- + ----- = ----- ---------- = ---- + ---- + ----- 30 11 Untuk mendapatkan nilai yang lebih BESAR Untuk mendapatkan nilai yang lebih KECIL
  8. = C SIMBOL = SATUAN = Farad ( F ) KODE NILAI = A ) Ditulis secara langsung 10 uF / 16 V B) Ditulis dengan kode angka Angka ke 1 = Nilai Angka ke 2 = Nilai Angka ke 3 = Banyaknya 0 472 = 4700 pF CONDENSATOR / CAPASITOR Codensator dapat menyimpan muatan listrik, dapat meneruskan AC akan tetapi menahan DC
  9. MACAM KONDENSATOR CONDENSATOR TETAP CONDENSATOR TIDAK TETAP
  10. RANGKAIAN CONDENSATOR PARAREL C total = C1 + C2 + C3 SERIE C1 C2 C3 C total = 5 + 10 + 15 C total = 30 uF C1 C2 C3 5uF 10uF 15uF ---------- = ---- + ---- + ----- 1 1 1 1 C total C1 C2 C3 --------- = ----- + ----- + ---- 1 1 1 1 C total 5 10 15 1 6 3 2 11 C total 30 30 30 30 ---------- = ---- + ---- + ----- = ----- C total = ---- = 2,7 uF 30 11 Untuk mendapatkan nilai yang lebih KECIL Untuk mendapatkan nilai yang lebih BESAR
  11. SEMICONDUCTOR DIODA / PENYEARAH Komponen ini hanya dapat dilalui arus dari satu arah saja yaitu dari Anoda menuju Katoda Berfungsi untuk merubah Arus AC menjadi Arus DC
  12. LIGHT EMITING DIODE DIODA VARACTOR DIODA BRIDGE JENIS SEMIKONDUKTOR
  13. TRANSITOR B = Basis C = Colector E = Emitter PNP = Positif Negatif Positif NPN = Negatif Positif Negatif - - - + + +
  14. TUBE / TABUNG A = Anoda K = Katoda G = Grid / Kisi F = Filament C = Colector E = Emitter B = Basis
  15. KUMPARAN / COIL / INDUKTOR Coil adalah suatu gulungan kawat di atas suatu inti. Coil juga disebut inductor, nilai induktansinya dinyatakan dalam besaran Henry (H). DAPAT DIGUNAKAN Sebagai kumparan redam Sebagai pengatur frekuensi Sebagai filter Sebagai alat kopel
  16. TRANSFORMATOR / TRAVO Transformator adalah dua buah kumparan yang dililitkan ada satu inti, Kumparan pertama disebut primer ialah kumparan yang menerima input, kumparan kedua disebut sekunder ialah kumparan yang menghasilkan output. Berfungsi sebagai alat untuk merubah TEGANGAN
  17. E 1 = Arus Masuk E 2 = Arus Keluar L 1 = Kumparan PRIMER L 2 = Kumparan SKUNDER L2 E2 = -------- x E1 L1 RUMUS UNTUK MEMPERKECIL TEGANGAN Jumlah lilitan pada L2 harus lebih banyak 10 . E2 = ------- x 220 Volt E2 = 22 V 100 UNTUK MEMBESAR TEGANGAN Jumlah lilitan pada L2 harus lebih Sedikit 1000 . E2 = ------- x 220 Volt E2 = 2200 V 100
  18. 220 Volt L1 = 1000 gulungan L2 = 60 gulungan ? 60 . E2 = ------- x 220 Volt 1000 13,2 V
  19. MICROPHONE Berfungsi merubah Getaran Suara menjadi Energi Listrik LOUDSPEKER Berfungsi merubah Energi Listrik menjadi Getaran Suara ANTENA / ARIAL Berfungsi merubah Energi Listrik menjadi Gelombang Electromaknetis
  20. RESISTOR POTENSIO TRIMPOT KUMPARAN TRAVO KONDENSATOR ELCO VARCO CRISTAL SUMBER ARUS DIODA ZENER LED TUBE I.C TRANSISTOR PNP TRANSISTOR NPN ANTENA GROUND LAMP MICROPHONE SPEKER ALUR TERSAMBUNG TIDAK SAMBUNG SAKLAR / SWITCH SIMBOL KOMPONEN LISTRIK MOSFET
  21. DIAGRAM
  22. DIAGRAM OSCILATOR
  23. BLOK DIAGRAM PENERIMA / RECEIVER BLOK DIAGRAM PEMANCAR / TRANSMITER
  24. AVOMETER / MULTY TESTER MENGUKURAN TEGANGAN DC MENGUKURAN REAKTANSI MENGUKURAN ARUS DC
  25. SATUAN LISTRIK E = TEGANGAN Volt V I = ARUS Ampere A P / W = POWER Watt W C = KAPASITOR Farad F R = TAHANAN Ohm Ω L = INDUKTANSI Hendry H t = TIME Second s f = FREQUENCY Hertz Hz λ = Panj. GELOMBANG Meter m NILAI SATUAN LISTRIK ( M ) = Mega 1.000.000 ( K ) = Kilo 1.000 1 ( m ) = milli 0,001 ( u ) = micro 0,000.001 ( n ) = nano 0,000.000.001 ( p ) = piko 0,000.000.000.001
  26. HUKUM OHM ARUS = I = TEGANGAN E TAHANAN R E = I x R R = E I I = ? Amp E = 60 Volt R = 30 Ohm 30 60 E = 2 x 30 = 60 I = = 2 60 30 R = = 30 60 2
  27. TAHANAN LUAR & TAHANAN DALAM Setiap sumber Arus akan memiliki tahanan didalamnya yang disebut TAHANAN DALAM ( Ri ) Sedangkan semua tahanan lain yang dirangkaikan disebut TAHANAN LUAR ( Ru ) E I = ------------ Ri + Ru 5 Ω 17 Ω 3 Ω E = 13 V Ri 1 Ω 13 13 I = ------------------- = ----- 1+ ( 5 + 17 + 3 ) 26 I = 0,5 A
  28. RANGKAIAN SUMBER ARUS MERANGKAIKAN SUMBER ARUS DIMAKSUD UNTUK MENDAPATKAN ARUS YANG LEBIH BESAR ATAU LEBIH KECIL SERIE - Untuk mendapatkan TEGANGAN lebih Besar namun ARUS Tetap Et = E1 + E2 + E3 Tegangan = Et = 1,5 + 1,5 + 1,5 = 4,5 Volt Tahanan = Ri = 0,1 + 0,1 + 0,1 = 0,3 Ohm R1 = ------- = 9 Ohm Arus = I = ------------ = 0,4838 Amp 4,5 0,5 4,5 9 + 0,5 Tegangan = E = 1,5 Volt Tahanan = R1 = ------- = 3 Ohm Arus = I = ------------ = 0,4838 Amp 1,5 0,5 1,5 3 + 0,1 4,5 / 0,5 A 4,5 / 0,5 A 3 bh Batrei Serie a) 1,5 V Ri = 0,1 1 bh Batrei 1,5 V
  29. RANGKAIAN SUMBER ARUS MERANGKAIKAN SUMBER ARUS DIMAKSUD UNTUK MENDAPATKAN ARUS YANG LEBIH BESAR ATAU LEBIH KECIL Tegangan = Et = 1,5 = 1,5 = 1,5 = 1,5 Volt 1 Tahanan = Ri = 1/ 0,1 + 1/0,1 + 1/0,1 = 0,0333 Ohm R1 = ------- = 3 Ohm Arus = I = ------------ = 0,498 Amp 1,5 0,5 1,5 3 + 0,0333 Tegangan = E = 1,5 Volt Tahanan = R1 = ------- = 3 Ohm Arus = I = ------------ = 0,4838 Amp 1,5 0,5 1,5 3 + 0,1 4,5 / 0,5 A 4,5 / 0,5 A 3 bh Batrei Pararel a) 1,5 V Ri = 0,1 1 bh Batrei 1,5 V PARAREL - Untuk mendapatkan ARUS lebih Besar namun TEGANGAN Tetap Et = E1 = E2 = E3

Kapasitor ialah komponen elektronika yang mempunyai kemampuan menyimpan elektron-elektron selama waktu yang tidak tertentu. Kapasitor berbeda dengan akumulator dalam menyimpan muatan listrik terutama tidak terjadi perubahan kimia pada bahan kapasitor, besarnya kapasitansi dari sebuah kapasitor dinyatakan dalam farad.
Pengertian lain Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan dan melepaskan muatan listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik.
Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini “tersimpan” selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan. Kemampuan untuk menyimpan muatan listrik pada kapasitor disebut dengan kapasitansi atau kapasitas.

 
Gambar41. Rangkaian penguat inverting3.e.2. Penguat Non InvertingRangkaian OP-AMP dengan input bukan pembalik (non inverting) dengansistem pengali penguatan yang konstan. Untuk menentukan penguatan tegangandari rangkaian OP-AMP ini terlebih dahulu direpresentasikan dalam bentuk rangkaian ekivalen, lihat Gambar42
+-
UoOp AmpUiRf R1

Gambar42. Rangkaian penguat Non-invertingKarena penguatan tegangan
makaU U  A
 I OU 
,
=

    +==
1
1
 R RU U  A
F  I Ou
 3.e.3. Penguat Penjumlah (Summing amplifier)Salah satu penggunaan rangkaian OP-AMP adalah pada penguat penjumlah (summing amplifier). Rangkaian penguat ini penguatan teganganditentukan oleh resistor (tahanan) pada masing-masing input dan tahanan umpan baliknya. Gambar berikut (Gambar43) menunjukkan rangkaian penguat penjumlah (summing amplifier). Rangkaian ini dianalisis dalam bentuk operasifungsi linear.
 
+
-
Uo
U
R1Uid
Op Amp
RR23
U
U
123

Gambar43. Rangkaian penguat penjumlah (summing)Besarnya tegangan output (Uo) tergantung pada tahanan depan (R 
1
, R 
2
,dan R 
3
) pada masing-masing tegangan input (U
1
,U
2
,dan U
3
) serta tergantung padatahanan umpan balik (RF). Sehingga besarnya Uo adalah :
32211
...
3
U R R U R R U R R U 
R F F F O

F O
R R U R U R U U 
++−=
332211
 3.e.4. Penyangga Tegangan (Voltage Buffer)Rangkaian penyangga tegangan (voltage buffer) adalah suatu pemisahansinyal input terhadap beban dengan menggunakan suatu tingkat unit penguattegangan yang tidak membalik polaritas dan atau phasanya. Disamping itu biasanya menggunakan OP-AMP yang mempunyai impedansi input yang sangattinggi dan impedansi output yang sangat rendah. Gambar 4-9 berikut rangkaian“unity gain amplifier“ atau buffer 
+-
UoUi

Gambar44. Rangkaian OP-AMP sebagai “Buffer“
 
 Besarnya tegangan output ( U
o
)
i O
U U 
=
 Jadi besarnya penguatan tegangannya adalah 1 dan oleh karena itu biasanyadisebut “unity follower amplifier“ atau “voltage follower”3.f.4. Rangkaian Pengurang ( Subtractor circuit )Rangkaian pengurang yang menggunakan OP-AMP pada dasarnya adalahsaling mengurangkan dari 2 ( dua ) buah inputnya. Gambar berikut (Gambar 45)menunjukkan rangkaian OP-AMP sebagai pengurang (“subtractor”), atau kadang-kadang disebut juga sebagai penguat beda (Differential Amplifier)

Pengenalan Komponen Elektronika Perangkat Handphone
Komponen yang terdapat dalam Pesawat Telepon Selular ini sangat penting sekali karena tanpa adanya salah satu dari komponen tersebut Pesawat elepon Selular tidak akan dapat bekerja atau diaktifkan, sedangkan untuk komponen itu sendiri terbagi beberapa macam yaitu:
Komponen Aktif
1.1. Transistor (pada ponsel sebagian besar ditulis dengan kode V ),
Fungsi dari komponen ini adalah :
1. Sebagai penguat Arus / Tegangan
2. Sebagai penguat frekwensi / sinyal
3. Sebagai pembangkit frekwensi / sinyal dan arus / tegangan
4. Sebagai saklar otomatis
Untuk pemasangan transistor tersebut tidak boleh terbalik, apabila terbalik Transistor tidak berfungsi dan akan mengakibatkan kerusakan. Fungsi dari Transistor tergantung dari letak komponen tersebut, apabila Transistor terletak pada bagian Power, berarti Transistor berfungsi sebagai penguat Arus/tegangan. Apabila dibagian sinyal, berarti berfungsi sebagai penguat sinyal.
IC ( Integreted Circuite )
IC adalah kumpulan dari beberapa komponen yang telah dirangkai kedalam satu Chip dan berfungsi sesuai dengan tugas dari masing-masing IC. Pada Ponsel Terdapat dua jenis IC, yaitu IC kelabang dan IC BGA. Pada IC BGA digunakan Plat BGA untuk mencetak ulang kaki IC yang telah diangkat, agar pemasangannya lebih baik dan semua kaki dapat menempel dengan baik pada papan PCB (Port Circuit Board)
Ciri-ciri yang terdapat pada IC :
a. Memiliki kaki yang banyak
b. Untuk menentukan letak kaki 1 nya dengan melihat tanda titik pada fisiknya.
c. Membaca nomor kaki IC BGA dengan berdasarkan tanda disebelah kiri dari titik dibaca dengan Huruf (A,B,C…) dan disebelah kanan dari titik dibaca angka (1,2,3,….) berarti dibaca = A1, B2, dan seterusnya
d. Untuk kaki IC kelabang dibaca berlawanan arah dengan jarum jam dari titik yang ada pada IC tersebut
e. Pemasangan IC tidak boleh terbalik, apabila terbalik IC akan rusak



Komponen Dasar Elektronika



Berdasarkan cara kerjanya, komponen elektronika diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu komponen pasif dan komponen aktif. Komponen pasif adalah komponen elektronika yang dapat beroperasi tanpa memerlukan arus dan tegangan listrik, sedangkan komponen aktif adalah komponen elektronika yang memerlukan arus atau tegangan untuk dapat beroperasi. Dari kedua jenis komponen tersebut, berdasarkan fungsinya komponen elektronika dapat dibagi  menjadi tranducer, sensor, dan actuator.
Komponen Pasif:
  1. Resistor (tahanan)
    • Resistor tetap yang memiliki nilai tahanan (resistansi) tetap.
    • Resistor Variable  yang memiliki nilai tahanan bervariasi.
  2. Kapasitor (Condensator)
    • Kapasitor tetap yang memiliki nilai kapasitansi tetap.
    • Kapasitor Variable (Varco) yang memiliki nilai kapasitansi bervariasi.
  3. Inductor (kumparan)
  4. Trafo (Transformator)
  5. Relay
  6. Saklar (switch)
Komponen Aktif:
  1. Dioda
    • Dioda Bridge
    • Photo Dioda
    • Dioda Zener
    • Dioda Pemancar Cahaya (LED)
    • Dioda Scottky
  2. Transistor
    • Transistor Efek Medan
    • Transistor Bipolar
    • Transistor IGBT
    • Transistor Darlington
    • Photo Transistor
  3. IC (Integrated Circuit)
    • IC Analog
    • IC Digital
Sensor:
  1. LDR (Light Dependent Resistance)
  2. Solarcell
  3. NTC (Negative Temperature Coeffisient)
  4. PTC (Positive Temperature Corfficient)
  5. Ultasonic.
  6. Bimetal
Tranducer:
  1. LDR (Light Dependent Resistance) : Resistansi berubah karena pengaruh perubahan intensitas cahaya
  2. Solarcell : Tegangan dihasilkan karena cahaya.
  3. NTC (Negative Temperature Coeffisient) : Resistansi mengecil jika temperature meninggi.
  4. PTC (Positive Temperature Corfficient) : Resistansi membesar jika temperature mengecil.
  5. Microfon (Mic) : Tegangan berubah karena pengarus perubahan suara.
Actuator:
  1. Speaker
  2. LED
  3. Lampu
Setiap komponen elektronika mempunyai sifat dan karakteristik masing-masing sehingga jika disusun dalam suatu sistem yang benar dapat menghasilkan sebuah perangkat elektronik yang bermanfaat. Komponen-komponen tersebut ditulis dengan simbol internasional untuk membantu pemahaman saat menelusuri cara kerja sistem atau pada saat perancangan sebuah rangkaian elektronika melalui skema elektronika dalam bentuk gambar.

The IC 7805 provides circuit designers with an easy way to regulate DC voltages to 5v. Encapsulated in a single chip/package (IC), the 7805 is a positive voltage DC regulator that has only 3 terminals. They are: Input voltage, Ground, Output Voltage.

Rangkaian Regulator IC 7805

Although the 7805 were primarily designed for a fixed-voltage output (5V), it is indeed possible to use external components in order to obtain DC output voltages of: 5V, 6V, 8V, 9V, 10V, 12V, 15V, 18V, 20V, 24V. Note that the input voltage must, of course, be greater that the required output voltage, so that it can be regulated downwards

Features IC 7805
• Output Current up to 1A
• Output Voltages of 5 Volt
• Thermal Overload Protection
• Short Circuit Protection
• Output Transistor Safe Operating Area Protection






Input Voltage........................................ 35
Thermal Resistance Junction-Cases (TO-220)40......... 5 °C/W
Thermal Resistance Junction-Air (TO-220)............. 65 °C/W
Operating Temperature Range (KA78XX/A/R)............. 0 ~ +125 °C
Storage Temperature Range............................ -65 ~ +150 °C

Seri LM117 disesuaikan 3-terminal regulator tegangan positif mampu memasok lebih dari 1.5A lebih dari 1.2V untuk jangkauan output 37V. Mereka sangat mudah digunakan, dan hanya memerlukan dua resistor eksternal untuk mengatur tegangan keluaran. Lebih lanjut, baik garis dan peraturan beban lebih baik dari regulator tetap standar. Selain itu, LM117 dikemas dalam paket transistor standar yang mudah dipasang dan ditangani.
Selain kinerja yang lebih tinggi daripada tetap regulator, yang seri LM117 menawarkan perlindungan yang berlebihan penuh hanya tersedia dalam IC. Termasuk pada chip adalah batas saat ini, beban termal perlindungan dan perlindungan wilayah yang aman. Semua overload sirkuit perlindungan tetap berfungsi penuh bahkan jika penyesuaian terminal terputus.
Biasanya, tidak ada kapasitor diperlukan kecuali jika perangkat ini terletak lebih dari 6 inci dari filter input kapasitor dalam hal ini sebuah input bypass diperlukan. Kapasitor output opsional dapat ditambahkan untuk memperbaiki respon. Penyesuaian terminal dapat diabaikan untuk mencapai riak penolakan sangat tinggi rasio yang sulit dicapai dengan standar 3-terminal regulator.
Selain tetap mengganti regulator, yang LM117 berguna dalam berbagai aplikasi lain. Karena regulator “mengambang” dan hanya melihat input-ke-tegangan diferensial keluaran, pasokan dari beberapa ratus volt dapat diatur sepanjang maksimum diferensial input ke output tidak terlampaui, yaitu menghindari hubungan arus pendek output.
Selain itu, membuat yang sangat sederhana disesuaikan switching regulator, regulator output yang dapat diprogram, atau dengan menghubungkan sebuah resistor tetap antara penyesuaian pin dan output, LM117 dapat digunakan sebagai pengatur arus presisi. Persediaan dengan shutdown elektronik dapat dicapai dengan menjepit terminal untuk tanah penyesuaian program mana output ke 1.2V di mana sebagian besar beban sedikit menarik saat ini.
Untuk aplikasi yang memerlukan arus keluaran yang lebih besar, lihat seri LM150 (3A) dan seri LM138 (5A) lembar data. Untuk melengkapi negatif, lihat lembar data seri LM137.

Gamabr skema Rangkaian Adaptor Variable 1.2 – 37 Volt
untuk mengatur output(keluaran), Anda dapat menggunakan rumus di bawah ini. atau dengan satu set 5k VR, output terkecil 1,2 volt anad maksimal 25 volt

Fig-1 shows the circuit diagram of the complete power supply. The necessary 12V supply voltage is taken directly from the PC power supply. In order to protect the PC supply against possible short circuits, and especially to prevent the the PC from being crashed, a current limiting circuit is connected in series with the
12V supply. The input of the power supply can also be feed by a suitable mains adapter.
The circuit works very simply. Transistor T2 is normally driven fully on via R5-7, so that the 12V potential from the PC supply appears at the output. The current through R1 produces a voltage drop, which at a certain level will cause T1 to start conduct. This in turn shut off transistor T2 which is indicated by LED D3, and remains in this state till switch S1 is pressed which releases the shut off state if the fault is removed.
With the given component values, the maximum output current is about 2A, which can easily be adjusted by varying the value of R1. The value of R1 can be find by using the formula R1 = 0.65/IoutThe circuit also include a step-up switching power supply which can supply output voltage from 13V to 29V by
varying the P1 pot. The maximum output power is 16W. This supply is particularly useful when working with EPROM/Micro controller programmers or experimenting with high voltage opamp circuits. Jumper J1 is used to
enable the step-up switching power supply.

Figure 2 & 3 shows the component layout and the track patterns of the adapter pcb respectively.


component layout




Hubungan Primer-Sekunder

TRANSFORMATOR

Rumus untuk fluks magnet yang ditimbulkan lilitan primer adalah  dan rumus untuk GGL induksi yang terjadi di lilitan sekunder adalah .
Karena kedua kumparan dihubungkan dengan fluks yang sama, maka  dimana dengan menyusun ulang persamaan akan didapat  sedemikian hingga . Dengan kata lain, hubungan antara tegangan primer dengan tegangan sekunder ditentukan oleh perbandingan jumlah lilitan primer dengan lilitan sekunder.

Kerugian dalam transformator

Perhitungan diatas hanya berlaku apabila kopling primer-sekunder sempurna dan tidak ada kerugian, tetapi dalam praktek terjadi beberapa kerugian yaitu:
  1. kerugian tembaga. Kerugian  dalam lilitan tembaga yang disebabkan oleh resistansi tembaga dan arus listrik yang mengalirinya.
  2. Kerugian kopling. Kerugian yang terjadi karena kopling primer-sekunder tidak sempurna, sehingga tidak semua fluks magnet yang diinduksikan primer memotong lilitan sekunder. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan secara berlapis-lapis antara primer dan sekunder.
  3. Kerugian kapasitas liar. Kerugian yang disebabkan oleh kapasitas liar yang terdapat pada lilitan-lilitan transformator. Kerugian ini sangat memengaruhi efisiensi transformator untuk frekuensi tinggi. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan primer dan sekunder secara semi-acak (bank winding)
  4. Kerugian histeresis. Kerugian yang terjadi ketika arus primer AC berbalik arah. Disebabkan karena inti transformator tidak dapat mengubah arah fluks magnetnya dengan seketika. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggunakan material inti reluktansi rendah.
  5. Kerugian efek kulit. Sebagaimana konduktor lain yang dialiri arus bolak-balik, arus cenderung untuk mengalir pada permukaan konduktor. Hal ini memperbesar kerugian kapasitas dan juga menambah resistansi relatif lilitan. Kerugian ini dapat dikurang dengan menggunakan kawat Litz, yaitu kawat yang terdiri dari beberapa kawat kecil yang saling terisolasi. Untuk frekuensi radio digunakan kawat geronggong atau lembaran tipis tembaga sebagai ganti kawat biasa.
  6. Kerugian arus eddy (arus olak). Kerugian yang disebabkan oleh GGL masukan yang menimbulkan arus dalam inti magnet yang melawan perubahan fluks magnet yang membangkitkan GGL. Karena adanya fluks magnet yang berubah-ubah, terjadi olakan fluks magnet pada material inti. Kerugian ini berkurang kalau digunakan inti berlapis-lapisan.
Efisiensi transformator dapat diketahui dengan rumus  Karena adanya kerugian pada transformator. Maka efisiensi transformator tidak dapat mencapai 100%. Untuk transformator daya frekuensi rendah, efisiensi bisa mencapai 98%.

Jenis-jenis transformator

Step-Up

Transformator step-up adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih banyak daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan. Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan generator menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh.

Step-Down


skema transformator step-down
Transformator step-down memiliki lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penurun tegangan. Transformator jenis ini sangat mudah ditemui, terutama dalam adaptor AC-DC.

Autotransformator


Transformator jenis ini hanya terdiri dari satu lilitan yang berlanjut secara listrik, dengan sadapan tengah. Dalam transformator ini, sebagian lilitan primer juga merupakan lilitan sekunder. Fasa arus dalam lilitan sekunder selalu berlawanan dengan arus primer, sehingga untuk tarif daya yang sama lilitan sekunder bisa dibuat dengan kawat yang lebih tipis dibandingkan transformator biasa. Keuntungan dari autotransformator adalah ukuran fisiknya yang kecil dan kerugian yang lebih rendah daripada jenis dua lilitan. Tetapi transformator jenis ini tidak dapat memberikan isolasi secara listrik antara lilitan primer dengan lilitan sekunder.
Selain itu, autotransformator tidak dapat digunakan sebagai penaik tegangan lebih dari beberapa kali lipat (biasanya tidak lebih dari 1,5 kali).

Autotransformator variabel


Autotransformator variabel sebenarnya adalah autotransformator biasa yang sadapan tengahnya bisa diubah-ubah, memberikan perbandingan lilitan primer-sekunder yang berubah-ubah.

Transformator isolasi

Transformator isolasi memiliki lilitan sekunder yang berjumlah sama dengan lilitan primer, sehingga tegangan sekunder sama dengan tegangan primer. Tetapi pada beberapa desain, gulungan sekunder dibuat sedikit lebih banyak untuk mengkompensasi kerugian. Transformator seperti ini berfungsi sebagai isolasi antara dua kalang. Untuk penerapan audio, transformator jenis ini telah banyak digantikan oleh kopling kapasitor.

Transformator pulsa

Transformator pulsa adalah transformator yang didesain khusus untuk memberikan keluaran gelombang pulsa. Transformator jenis ini menggunakan material inti yang cepat jenuh sehingga setelah arus primer mencapai titik tertentu, fluks magnet berhenti berubah. Karena GGL induksi pada lilitan sekunder hanya terbentuk jika terjadi perubahan fluks magnet, transformator hanya memberikan keluaran saat inti tidak jenuh, yaitu saat arus pada lilitan primer berbalik arah.

Transformator tiga fasa

Transformator tiga fasa sebenarnya adalah tiga transformator yang dihubungkan secara khusus satu sama lain. Lilitan primer biasanya dihubungkan secara bintang (Y) dan lilitan sekunder dihubungkan secara delta (Δ).

Saklar adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan jaringan listrik, atau untuk menghubungkannya. Jadi saklar pada dasarnya adalah alat penyambung atau pemutus aliran listrik. Selain untuk jaringan listrik arus kuat, saklar berbentuk kecil juga dipakai untuk alat komponen elektronika arus lemah.
Secara sederhana, saklar terdiri dari dua bilah logam yang menempel pada suatu rangkaian, dan bisa terhubung atau terpisah sesuai dengan keadaan sambung (on) atau putus (off) dalam rangkaian itu. Material kontak sambungan umumnya dipilih agar supaya tahan terhadap korosi. Kalau logam yang dipakai terbuat dari bahan oksida biasa, maka saklar akan sering tidak bekerja. Untuk mengurangi efek korosi ini, paling tidak logam kontaknya harus disepuh dengan logam anti korosi dan anti karat. Pada dasarnya saklar tombol bisa diaplikasikan untuk sensor mekanik, karena alat ini bisa dipakai pada mikrokontroller untuk pengaturan rangkaian pengontrolan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar